Showing posts with label shorttime. Show all posts
Showing posts with label shorttime. Show all posts

Kemampuan Fokus, Kunci Raih Orgasme


Keluhan sulit mencapai orgasme cukup banyak dimiliki para wanita. Padahal, kunci meraih orgasme sebenarnya terletak pada kemampuan
untuk fokus pada momen bercinta yang sedang dialaminya.Para wanita yang selalu mencapai orgasme mengatakan, mereka selalu fokus pada sensasi yang dirasakan tubuhnya selama berhubungan seksual. Kemampuan ini membuat mereka tak pernah absen mengalami puncak kenikmatan.Penelitian juga mengungkapkan wanita yang selalu berhasil orgasme tersebut lebih memiliki pikiran yang erotis selama bercinta, dibandingkan dengan wanita yang jarang mencapai orgasme. Kendati begitu, kedua kelompok wanita itu sama-sama mengaku sering memikirkan hal-hal erotis untuk merangsang dirinya sendiri sebelum bercinta."Sepertinya para wanita tak kesulitan untuk fokus pada fantasi erotis. Tetapi wanita yang jarang orgasme memang mengalami kesulitan untuk mengarahkan pikirannya pada aktivitas bercinta yang sedang dilakukannya," kata Pascal De Sutter, profesor bidang seksologi dari Belgia.
De Sutter mengatakan, kekhawatiran mengenai penampilan dan berat badan merupakan salah satu hal yang bisa mengalihkan perhatian wanita. Studi mengenai kaitan antara orgasme dan fungsi kognitif ini ia lakukan dengan melibatkan 251 wanita Perancis berusia 18-67 tahun. Semua wanita dalam penelitian ini aktif secara seksual dengan frekuensi bervariasi antara 2-90 kali perbulan.Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pikiran erotis selama bercinta akan membantu seseorang mencapai orgasme. Sementara itu wanita yang kesulitan merasakan orgasme biasanya adalah mereka yang pikirannya mudah teralihkan sehingga mereka tidak rileks saat bercinta.Nikmati setiap sentuhan dan rangsangan yang


Kalahkan Stres yang Memicu Kegemukan



Stres berlebihan dan berkepanjangan adalah hal yang buruk karena bisa menyebabkan sakit kepala, tegang otot, gangguan pencernaan,
kesulitantidur depresi, bahkan kini sebuah studi baru menunjukkan hal itu dapat membebani metabolisme tubuh.Telah lama kita mengetahui hubungan stres dengan peningkatan berat badan. Kadar hormon stres yang meningkat dapat meningkatkan nafsu makan, khususnya untuk makanan-makanan yang tidak sehat. Padahal makanan-makanan itu sangat mudah untuk membuat akumulasi lemak perut.Bahkan, sebuah studi baru asal Ohio State mengungkapkan, stres juga mengakibatkan pembakaran kalori tubuh yang lebih sedikit. Dalam studi ini, peneliti menanyakan pada sejumlah wanita tentang stres yang dialaminya di hari sebelumnya sekaligus makanan yang dimakannya. Rata-rata wanita makan 930 kalori dengan 60 gramnya berasal dari lemak.Setelah makan, peneliti mengukur laju metabolisme mereka dengan mengambil sampel darah. Mereka yang melaporkan stres di hari sebelumnya ternyata membakar lemak yang mereka makan lebih sedikit daripada yang tidak merasa stres. Mereka juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, hormon yang berkontribusi untuk menyimpanan lemak.
Mereka juga membakar 104 kalori lebih sedikit. Kelihatannya tidak banyak, namun dengan membakar kalori sejumlah tersebut lebih sedikit dalam satu tahun, seseorang bisa menambah berat badannya sebanyak 5 kilogram selama satu tahun.Namun sebenarnya, kondisi ini tidak harus terjadi. Meski tidak bisa menghindari stres, namun paling tidak kita bisa meminimalkan dampaknya terhadap lingkar pinggang kita.
1. Pilih lemak dengan bijak
Jika stres bisa menyebabkan tubuh membakar lemak lebih sedikit, maka yang harus dilakukan untuk menghindari perut yang membuncit adalah dengan memilih lemak yang lebih sehat, misalnya yang berasal dari minyak zaitun atau alpukat. Jika ingin ngemil, maka pilihlah kacang-kacangan daripada popcorn. Memilih produk-produk bebas lemak juga dapat membantu.
2. Makan makanan yang mempercepat laju metabolisme
Beberapa makanan diketahui dapat meningkatkan laju metabolisme, meskipun dampaknya tidak selalu seimbang dengan bagaimana stres dapat memperlambat metabolisme. Makanan pedas seperti cabai atau paprika sudah dikenal dapat meningkatkan laju metabolisme. Bahkan makanan ini dapat meningkatkan imunitas dan menurunkan kadar kolesterol.
3. Tarik napas sebelum makan
Bernapas memang hal alami yang dilakukan tanpa sadar. Namun mengambil napas panjang dan terkontrol dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi kadar kortisol. Melakukannya sebelum makan akan membantu meringankan tegang di otot dan mengurangi sedikit stres, paling tidak selagi tubuh memasukkan makanan.


Pria Juga Memalsukan Orgasme


Orgasme memang dahsyat. Baik pria maupun wanita tentu akan senang jika pasangannya bisa mencapai orgasme, tak heran jika banyak orang yang rela berpura-pura mencapai klimaksdemi memuaskan pasangannya. Namun, ternyata perempuan bukan pihak tunggal yang suka berpura-pura mencapai kepuasan di tempat tidur. Menurut sebuah studi, pria juga sering melakukannya.Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 200 mahasiswa terungkap bahwa 25 persen pria dan separuh wanita mengaku mereka pernah berpura-pura orgasme ketika berhubungan seksual. Alasan utamanya? Mereka ingin segera mengakhiri hubungan seksual tersebut tanpa menyinggung perasaan pasangannya.
Penelitian lain yang dilakukan tim dari Universitas Kansas menunjukkan hasil tak jauh berbeda. Dari 180 mahasiswa dan 101 mahasiswi terungkap bahwa mereka juga pernah berpura-pura mencapai klimaks.
Kebanyakan responden, 28 persen pria dan 67 persen wanita, mengatakan mereka berpura-pura orgasme jika terjadi persenggamaan (intercouse). Sementara itu, hanya 10 persen pria dan 19 persen wanita yang pernah berpura-pura orgasme ketika hubungan seksual tidak melibatkan intercouse.
Bagi para pria, alasan mereka memalsukan kepuasannya adalah karena tidak punya alasan lain untuk menyudahi hubungan intim yang sedang dilakukannya tanpa canggung. Sementara itu, 54 persen wanita mengatakan mereka berpura-pura karena tidak ingin menyinggung perasaan pasangannya.
Orang yang suka berpura-pura orgasme itu, baik pria maupun wanita, pada umumnya sudah berpengalaman secara seksual dan sudah mencapai orgasme, baik lewat masturbasi maupun intercouse.
Baik pria maupun wanita ternyata mengaku mereka sama-sama terbebani dengan "tuntutan" agar sebaiknya wanita dulu yang mencapai klimaks. Sebagian besar wanita juga mengatakan sebenarnya mereka bisa mencapai orgasme, tetapi mereka memilih untuk berpura-pura sudah mencapainya pada waktu sebelum dan ketika pria orgasme. Carol Ellison, seksolog, mengatakan, ketika sebuah hubungan seks diatur untuk mencapai tujuan, yakni ereksi, intercouse, dan orgasme, itu bisa menimbulkan masalah. "Hubungan seks yang sukses sebenarnya adalah semua hal yang bisa membuat Anda puas terhadap diri sendiri, pada pasangan, dan sesuatu yang bisa menguatkan ikatan emosional," katanya. 


Selalu Mengira Pasangannya Sudah Orgasme


Banyak pria yang merasa begitu yakin dengan performa seksnya sehingga mereka tak menyadari bahwa pasangannya sebenarnya tidak mencapai orgasme.Sekitar 85 persen pria mengatakan bahwa pasangan terakhir yang tidur

Wanita Alami Dua Jenis Orgasme


Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, setiap wanita ternyata memiliki dua mekanisme atau pola berbeda dalam mencapai kepuasan seksual.

Komunikasi Lancar Jaminan Kepuasan Seksual


Ternyata bukan "jam terbang" ataupun ukuran organ vital yang menjadi jaminan kepuasan seksual. Mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami emosi orang lain

Pria Tak Puas dengan Ukuran Mr P-nya


Kebanyakan pria memusingkan ukuran "properti"-nya. Tak sedikit pria yang merasa rendah diri ketika menyangkut hal tersebut.Situs askmen.com menanyakan kepada 50.000 pria dan wanita mengenai
height= height=
height= height= height= height=

Popular Posts

height= height= height= height=
height= height= height= height=