Stres berlebihan dan berkepanjangan adalah hal yang buruk
karena bisa menyebabkan sakit kepala, tegang otot, gangguan pencernaan,
kesulitantidur depresi, bahkan kini sebuah studi baru menunjukkan hal itu
dapat membebani metabolisme tubuh.Telah lama kita mengetahui hubungan stres dengan peningkatan
berat badan. Kadar hormon stres yang meningkat dapat meningkatkan nafsu makan,
khususnya untuk makanan-makanan yang tidak sehat. Padahal makanan-makanan itu
sangat mudah untuk membuat akumulasi lemak perut.Bahkan, sebuah studi baru asal Ohio State
mengungkapkan, stres juga mengakibatkan pembakaran kalori tubuh yang lebih
sedikit. Dalam studi ini, peneliti menanyakan pada sejumlah wanita tentang
stres yang dialaminya di hari sebelumnya sekaligus makanan yang dimakannya.
Rata-rata wanita makan 930 kalori dengan 60 gramnya berasal dari lemak.Setelah makan, peneliti mengukur laju metabolisme mereka
dengan mengambil sampel darah. Mereka yang melaporkan stres di hari sebelumnya
ternyata membakar lemak yang mereka makan lebih sedikit daripada yang tidak
merasa stres. Mereka juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi, hormon yang
berkontribusi untuk menyimpanan lemak.
Mereka juga membakar 104 kalori lebih sedikit. Kelihatannya
tidak banyak, namun dengan membakar kalori sejumlah tersebut lebih sedikit
dalam satu tahun, seseorang bisa menambah berat badannya sebanyak 5 kilogram
selama satu tahun.Namun sebenarnya, kondisi ini tidak harus terjadi. Meski
tidak bisa menghindari stres, namun paling tidak kita bisa meminimalkan
dampaknya terhadap lingkar pinggang kita.
1. Pilih lemak dengan bijak
Jika stres bisa menyebabkan tubuh membakar lemak lebih
sedikit, maka yang harus dilakukan untuk menghindari perut yang membuncit
adalah dengan memilih lemak yang lebih sehat, misalnya yang berasal dari minyak
zaitun atau alpukat. Jika ingin ngemil, maka pilihlah kacang-kacangan daripada
popcorn. Memilih produk-produk bebas lemak juga dapat membantu.
2. Makan makanan yang mempercepat laju metabolisme
Beberapa makanan diketahui dapat meningkatkan laju
metabolisme, meskipun dampaknya tidak selalu seimbang dengan bagaimana stres
dapat memperlambat metabolisme. Makanan pedas seperti cabai atau paprika sudah
dikenal dapat meningkatkan laju metabolisme. Bahkan makanan ini dapat meningkatkan
imunitas dan menurunkan kadar kolesterol.
3. Tarik napas sebelum makan
Bernapas memang hal alami yang dilakukan tanpa sadar. Namun
mengambil napas panjang dan terkontrol dapat membuat tubuh rileks dan
mengurangi kadar kortisol. Melakukannya sebelum makan akan membantu meringankan
tegang di otot dan mengurangi sedikit stres, paling tidak selagi tubuh
memasukkan makanan.