Showing posts with label profesimenjawab. Show all posts
Showing posts with label profesimenjawab. Show all posts

Sperma "Tumpah" Setelah Penetrasi, Masih Mungkinkah Hamil?


Supaya sperma cepat mencapai sel telur, kebanyakan orang berpikir perlunya jumlah sperma yang cukup banyak untuk masuk ke dalam vagina. Sehingga ketika sperma keluar lagi dari vagina, ada kekhawatiran proses pembuahan akan terganggu. Oleh karena itu biasanya pasangan yang sedang merencanakan kehamilan memilih untuk berbaring lebih lama setelah ejakulasi.Menurut dokter spesialis andrologi RSUP Fatmawati, Nugroho Setiawan, kondisi sperma yang keluar lagi dari vagina seusai berhubungan itu adalah hal yang wajar. Menurutnya, sperma yang tumpah itu terdiri dari sel-sel sperma yang bentuknya tidak normal dan cairan mani atau semen."Sedangkan sel sperma yang normal sebenarnya tetap berada di dalam tubuh wanita," ujar dia dalam sebuah diskusi kesehatan beberapa waktu lalu.
Sel sperma yang bentuknya normal, lanjut dia, bisa bertahan di dalam tubuh wanita selama dua hingga tiga hari. Sel inilah yang kemudian mampu membuahi sel telur. Sel sperma dinyatakan normal jika anatominya baik dan memiliki kemampuan untuk bergerak maju menuju sel telur.
Kemampuan sel sperma untuk melakukan itu sangat dibutuhkan untuk terjadinya konsepsi atau pembuahan. Perjuangan sperma untuk mencapai sel telur tidaklah mudah. Nugroho mengatakan, dari jutaan sel sperma yang ada di semen, katakanlah ada 200.000 yang berkualitas baik, namun hanya satu saja yang berhasil membuahi sel telur."Tapi supaya ada satu sel sperma yang berhasil membuahi itu, dibutuhkan pula bantuan dari sel-sel sperma lainnya. Itulah semakin sedikit sel sperma yang berkualitas baik, semakin rendah kemungkinan terjadinya pembuahanNugroho menjelaskan, mekanisme pemilihan sel sperma ini merupakan peran lendir leher rahim. Lendir tersebut dapat menyaring sperma yang kualitasnya buruk dan berbentuk tidak normal untuk dikeluarkan kembali bersama semen."Maka kalau mau punya anak, tetapi seusai 


Bakteri dalam Cairan Mani Berperan dalam Infeksi HIV


Koloni bakteri secara alami memang terdapat dalam cairan mani (semen) manusia. Namun bukannya tanpa pengaruh, koloni bakteri ini berperan dalam penularanmaupun memperbanyak jumlah HIV di dalam tubuh pria yang terinfeksi.Para peneliti asal AS menemukan, mikroba dalam semen dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi lokal dan berperan dalam pengembangbiakan HIV dalam tubuh pria yang terinfeksi. Mereka mengatakan, temuan ini dapat memudahkan dunia kedokteran untuk mengurangi transmisi virus penyebab AIDS ini dengan menargetkan pada bakteri yang ada dalam semen.Studi sejauh ini belum dapat membuktikan bakteri menyebabkan perubahan pada tingkat HIV atau tidak. Sehingga penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikannya. Studi yang diketuai oleh Lance Price dari Translational Genomics Research Institute hanya menemukan, interaksi antara mikroba, imunologi lokal, dan muatan virus dalam semen saling berinteraksi satu sama lain.Meskipun HIV ditemukan paling banyak pada cairan tubuh manusia, virus paling umum menyebar melalui semen. Dalam semen, selain sperma juga terdapat bakteri dan faktor imun, salah satunya adalah interleukin-1beta (IL-1b) yang berperan dalam respon tubuh terhadap peradangan."Semakin tinggi jumlah bakteri dalam semen, semakin tinggi pula kadar IL-1b dalam semen yang meningkatkan produksi virus yang dikandungnya," ujar peneliti, berteori.
Dalam studi ini, peneliti menganalisis sampel sperma dari 49 gay atau pria homoseksual. Dari semua peserta, 27 dinyatakan HIV positif. Mereka ikut serta studi ini sebelum mendapatkan pengobatan antiretroviral. Semen kedua kelompok dibandingkan.Studi yang dipublikasi dalam jurnal PLOS Pathogens menemukan, infeksi HIV tampaknya mengubah hubungan antara bakteri dalam semen dengan faktor imun. Karenanya, bakteri pun akhirnya mempengaruhi jumlah virus dan berperan dalam transmisi HIV secara seksual.
Peneliti juga menjumpai adanya perbedaan diversitas antara bakteri yang ada pada semen pria HIV positif dengan pria tanpa HIV. Diversitas bakteri pada pria HIV positif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria 


Organ yang Paling Rusak karena Rokok


Dampak merokok yang langsung dirasakan yaitu batuk, tubuh bau asap rokok, hingga dinding rumah yang kekuningan karena terlalu sering
terpapar asap rokok. Namun, sebenarnya konsekuensi yang paling besar dari merokok adalah kerusakan organ dalam. Meski paling mematikan, konsekuensi ini sering tidak disadari.Saat mengisap rokok, ada sekitar 7.000 zat karsinogen yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari tenggorokan hingga ke organ-organ terkecil yang mungkin belum terpikir sebelumnya. Faktanya, merokok merupakan penyebab banyak kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Berikut organ yang paling rusak karena merokok.
1. Paru
Penyakit terkait organ ini yang disebabkan oleh rokok cukup banyak, termasuk kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik, dan bronkitis. Sebanyak 80 persen kasus kanker paru disebabkan oleh merokok.
2. Kulit
Meski merupakan organ paling luas, kulit sering kali dilupakan sebagai organ. Apalagi jika dikaitkan dengan kebiasaan merokok, kulit merupakan salah satu organ yang paling terkena dampaknya. Perubahan yang terlihat jelas adalah timbulnya kantong mata, keriput, stretch mark, hingga sisik pada kulit. Perlahan, elastisitas kulit juga berkurang sehingga kemampuan kulit untuk melindungi tubuh dari penyakit pun menurun.
3. Uterus
Merokok dapat mengurangi kesuburan, khususnya pada wanita, kebiasaan ini membuat mereka sulit untuk hamil. Ini karena merokok meningkatkan risiko matangnya embrio di luar dinding uterus. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko kesehatan bayi yang dikandung wanita perokok di masa depan.
4. Penis
Kemampuan ereksi pria perokok akan berkurang secara dramatis seiring waktu. Banyak studi yang membuktikan demikian. Nikotin, bukan rokok, juga memengaruhi kemampuan pria terangsang secara seksual.
5. Mata
Seperti yang disudah disebut sebelumnya, merokok bisa membuat kantong di bawah mata. Namun, tidak hanya itu, merokok juga berkaitan dengan risiko kebutaan dengan penyakit-penyakit seperti degenerasi makula, katarak, retinopati diabetes, dan sindrom mata kering.
6. Hati
Hati tidak hanya rusak karena kebiasaan mengonsumsi alkohol, tetapi juga karena rokok. Merokok dapat 


Bahaya Rokok Elektronik untuk Berhenti Merokok


Berhenti merokok tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena itu, banyak orang memilih untuk menggunakan cara-cara tertentu di masa

Bolehkah Anak Diberi Pencahar?


Frekuensi ideal BAB pada setiap anak rata-rata adalah 1-2 kali per harinya dengan konsistensi tinja yang normal. Beberapa faktor yang

Ingin Memulai Detoksifikasi?


Detoksifikasi sering terasa sulit dilakukan. Padahal detoksifikasi itu mudah dan dapat dilakukan setiap hari. Berikut ini caranya.
height= height=
height= height= height= height=

Popular Posts

height= height= height= height=
height= height= height= height=