Tak dipungkiri tekanan darah tinggi
termasuk salah satu penyakit kronis yang paling banyak diderita di dunia.
Dikenal sebagai silent killer, tekanan darah tinggi tak menampakkan
gejala yang jelas. Banyak penderita hipertensi tak menyadari dirinya sudah kena
hipertensi.Sekitar 67 juta orang dewasa di Amerika Serikat menderita
hipertensi. Diperkirakan 30 persen masyarakat Inggris terkena hipertensi namun
tidak menyadarinya.Penelitian baru menganalisa data 8.670 orang dewasa di
Perancis. Dari penelitian tersebut mereka menyimpulkan asumsi bahwa garam
menyebabkan tekanan darah tinggi terlalu berlebihan. Lewat penelitian itu
mereka ingin mengevaluasi dampak gaya hidup dan pola makanterhadap kadar
tekanan darah.Di samping menemukan kaitan tak langsung antara garam dan tekanan
darah tinggi, peneliti menemukan fakta penderita darah tinggi ternyata
mengonsumsi garam lebih tinggi dibandingkan bukan penderita. Penemuan ini menyimpulkan
garam memiliki pengaruh yang berbeda untuk masing-masing orang.Peneliti
menemukan faktor gaya hidup seperti konsumsi minuman beralkohol, usia dan
indeks massa tubuh sangat terkait dengan kenaikan tekanan darah. Makan lebih
banyak sayur dan buah, di sisi lain ternyata berdampak mengurangi tekanan
darah. Penurunan berat badan ternyata amat berpengaruh menurunkan tekanan
darah. Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan berat badan harus jadi target
utama untuk mengatasi epidemi tekanan darah tinggi.Mereka mendapati indeks
massa tubuh adalah faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap kadar tekanan
darah setelah ada penyesuaian ganda. Dari penelitian tersebut didapatkan pula
fakta bahwa tekanan darah sistolik lebih tinggi pada peserta penelitian dengan
indeks massa tubuh yang tinggi. Asupan minuman beralkohol ternyata sangat
terkait pada tekanan darah sistolik untuk wanita maupun pria.Penelitian
mendapatkan fakta pula bahwa asupan garam ternyata tidak ada hubungannya dengan
tekanan arah sistolik setelah penyesuaian ganda. Kendati demikian, Center of
Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat mengeluarkan peringatan
sembilan dari sepuluh
Showing posts with label penyakit dalam. Show all posts
Showing posts with label penyakit dalam. Show all posts
Waspada Kanker Getah Bening
Adanya benjolan tak wajar di dalam tubuh telah lama
diketahui sebagai tanda-tanda dari kanker. Nah, ketika benjolan tersebut berada
pada kelenjar, atau bisa disebut juga sebagai pembesaran kelenjar, maka
siapapun perlu mewaspadai adanya kanker kelenjar getah bening atau limfoma.
Dokter spesialis onkologi Aru Wicaksono Sudoyo
mengatakan, ditemukan atau terabanya benjolan pada kelenjar di tubuh merupakan
tanda-tanda kanker getah bening yang paling mudah. Cara ini pun dianggap
sebagai metode deteksi dini dari penyakit kanker getah bening.
Benjolan dapat ditemukan pada seluruh kelenjar di
dalam tubuh. Bagian yang paling sering adalah leher, ketiak, dagu,
selangkangan. Namun tidak menutup kemungkinan pembesaran kelenjar terjadi di
bagian tubuh lainnya.
Jika teraba ada benjolan pada kelenjar, sebaiknya
seseorang segera memeriksakan diri. Tujuannya untuk mendapatkan diagnosis yang
tepat, apakah benjolan tersebut merupakan kanker kelenjar getah bening atau
bukan.
Kanker kelenjar getah bening merupakan penyakit yang
menyerang jaringan yang beredar di selutuh tubuh. Dalam kanker limfoma
non-Hodgkin's, tumor dikembangkan dari limfosit, salah satu tipe dari sel darah
putih.
Tahapan kanker kelenjar getah bening ditentukan dari
lokasi ditemukannya kelenjar ganas, bukan dari penyebaran atau metastasisnya
seperti kanker atau tumor padat. Limfoma adalah kanker sistem darah sehingga
tidak mengenal metastasis.Aru mengatakan, kanker kelenjar getah bening
merupakan salah satu kanker yang dapat disembuhkan. Namn ia menekankan,
kesembuhan itu juga masih bergantung pada
Faktor Pembuluh Darah Pecah Usia Muda
Pecahnya pembuluh darah merupakan salah satu kondisi yang mengancam nyawa. Kondisi ini biasanya terjadi karena faktor degeneratif atau penuaan sehingga umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.Risiko pecahnya pembuluh darah pada usia yang relatif muda terjadi karena trauma atau infeksi. Trauma misalnya berasal dari kecelakaan, sementara infeksi dikarenakan bakteri atau virus.
"Yang dimaksud dengan infeksi
adalah terjadinya inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah yang disebabkan
oleh infeksi bakteri atau virus," ujarnya saat diwawancarai setelah
seminar bertajuk "Vascular in a Glance, Knowing The Risks and The Prompt
Treatment
Pecahnya pembuluh darah pada usia
muda juga dipengaruhi oleh faktor genetik yang sudah dibawa sejak lahir. Orang
tersebut biasanya sudah memiliki kelainan pembuluh darah sejak kecil sehingga
semakin risiko ini semakin meningkat seiring bertambahnya usianya.
Pada umumnya, pembuluh darah pada
mereka yang berusia muda bersifat elastis seperti balon sehingga tekanan baik
dari dalam maupun luar tidak akan membuatnya pecah.
Hal ini berbeda dengan pembuluh
darah pada orang yang mulai menua, di atas 40 tahun, yang umumnya sudah
memiliki plak. Lapisan plak pada pembuluh darah akan membuat strukturnya keras,
bahkan seperti tulang, sehingga sangat mudah untuk pecah jika menerima tekanan.
Itulah mengapa, pecahnya pembuluh darah sangat dipengaruhi oleh faktor
denegeratif.
Kendati demikian, pembuluh darah pun
bisa tetap sehat pada orang berusia lanjut. Caranya dengan
Kebanyakan Garam Memicu Penyakit Jantung
Ternyata bukan hanya gula yang perlu diwaspadai seseorang yang mengidap diabetes. Pola makan tinggi garam diketahui akan meningkat kan risikopenyakit jantung hingga dua kali lipat.
Pola makan tinggi garam memang seharusnya dihindari, bukan
saja pada orang dengan diabetes, tapi semua orang yang ingin sehat. Diet tinggi
garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko
terjadinya penyakit jantung.Untuk mengetahui bagaimana penderita diabetes mengetahui
efek samping pola makan tinggi garam, para peneliti menyurvei hampir 1.600
pasien diabetes berusia 40-70 tahun di seluruh Jepang. Para
responden ditanya tentang pola makannya, termasuk konsumsi garam, dan diikuti
kesehatannya selama 8 tahun.Partisipan yang pola makannya tinggi garam (sekitar 6.000
miligram perhari) beresiko dua kali lipat menderita penyakit jantung pada
periode studi tersebut, dibandingkan dengan yang asupan garamnya rendah
(sekitar 2.800 miligram perhari).
"Untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskulas, orang
yang menderita diabetes tipe 2 harus mengontrol gula darahnya dan memperhatikan
apa yang mereka makan," kata ketua studi Chika Horikawa dari Universitas
Niigata. Hasil penelitian juga menyimpulkan, membatasi asupan garam
bisa mencegah komplikasi berbahaya dari penyakit diabetes. Efek negatif garam terhadap kesehatan sudah sejak lama
diketahui. Untuk orang yang sehat, asupan garam disarankan kurang dari 2.300 mg
perhari. Sementara itu untuk mereka yang memiliki faktor risiko penyakit
jantung (diabetes, hipertensi, punya penyakit ginjal atau berusia di atas 51
tahun), disarankan untuk membatasi garam hanya 1.500 mg. Selain garam yang ditambahkan dalam masakan, makanan yang
secara alami mengandung garam antara lain daging, sayur, dan susu. Sementara
itu
Awal 30-an, Usia Paling Baik untuk Mulai Diet
Diet merupakan kebutuhan bagi siapa saja yang ingin lebih sehat dan tentu saja memiliki berat tubuh ideal. Meskipun bisa dimulai kapan
Popular Posts
-
Cara buat hanbody racikan sendiri Menghabiskan waktu seharian baik beraktivitas diluar ruangan ataupun didalam ruangan sekalipun, te...
-
Minyak tawon untuk bisul merupakan obat tradisional yang bisa dihandalkan untuk mengobati bisul baik pada orang dewasa maupun balit...
-
Olive oil atau yang biasa dikenal minyak zaitun sudah dipercaya sejak bertahun – tahun sebagai bahan alami untuk perawatan kulit tu...





















