Pernikahan hancur setelah istrinya berselingkuh dengan pendonor sperma


Pernikahan hancur setelah istrinya berselingkuh dengan pendonor sperma
Pria mana yang ingin pernikahannya berakhir karena pria lain. Namun, Peter (69) harus menerima pahitnya kenyataan pernikahannya hancur setelah istrinya Rebecca berselingkuh dengan pendonor sperma yang ditemuinya secara online.
Semua bermula ketika ia berusaha membuat istrinya itu bahagia. Rebecca yang usianya 30 tahun lebih muda begitu menginginkan kehadiran bayi satu tahun setelah pernikahan keduanya. Padahal, Peter saat itu sudah melakukan vasektomi.
Peter yang sudah bercerai bertemu dengan Rebecca (40) di sebuah bar pada 2004. Keduanya menikah pada Agustus 2008. Pernikahan Peter sebelumnya berusia 18 tahun dan berakhir 10 tahun sebelumnya.
Peter memiliki putra berusia 38 tahun dan pada saat Peter berusia 59 tahun memutuskan tak ingin memiliki anak lagi sehingga melakukan Vasektomi. "Rebecca bersikeras dia tak menginginkan anak-anak dan saya yakin kami bisa hidup bersama," kata Peter seperti dikutip Mirror, Kamis (20/2/2014),
Namun, satu tahun usai pernikahan keduanya, Rebecca merasakan jam biologisnya terus berdetak di usia 36 tahun. Ia memutuskan ingin mempunyai anak.
"Saya sudah mengatakan kepadanya saya sudah terlalu tua," kata Peter. Namun, Rebecca bersikeras agar Peter menyetujuinya.
Untuk membalikkan vasektomi yang dilakukan Peter sudah terbilang telat setelah 20 tahun. Biayanya pun tak murah sekitar 6.000 Poundsterling. Padahal, mereka tak mampu.
Bertemu Donor Sperma
Rebecca mulai mencari donor sperma secara online. Pada Maret 2010, Rebecca mengatakan ke Peter bahwa ia sudah menemukan donor potensial. Ia adalah Rhys yang usianya di akhir 30-an. Ia adalah seorang profesional dan bisa membantu perempuan mempunyai anak.
"Saya tak suka dengan ide ini tapi dari profilnya sepertinya dia layak dan Rebecca begitu bahagia," kata Peter.
Seminggu kemudian, Peter dan Rebecca pergi ke London untuk menemui Rhys. Pertemuan berlangsung di Stasiun Waterloo. Mereka mulai berdiskusi. Akhirnya Rebecca melakukan inseminasi buatan.
Sebulan kemudian Rebecca menemukan dirinya tak hamil. Ia kembali ke London mendatangi Rhys "Saya tak bisa menahan cemburu saya dan ketika dia (Rebecca) pulang, saya berkata `Kamu mungkin membiarkan dia berhubungan seks denganmu dan berhasil," kata Peter.
Yang membuat kaget Peter, Rebecca mengaku ia sudah melakukannya. Sontak Peter marah besar. Peter meyakini Rhys yang awalnya mengajak Rebecca melakukan hubungan intim dengan mengaku bisa lebih mudah hamil.
Perselingkuhan Rebecca dan Rhys terus berlanjut. Pria yang disebut Peter sebagai penggila seks tersebut membawa Rebecca ke bioskop dan restoran. Tampaknya Rebecca terkesan dengan jabatan dan kekayaan keluarga Rhys.
Pernikahan keduanya pada titik krisis pada Juni 2010, saat Rebecca mengaku hamil delapan minggu. Saat itu Peter memberikan ultimatum kepada Rebecca ingin mengakhiri kehamilannya atau berpisah dengannya. Ternyata Rebecca setuju aborsi.
Usai aborsi tersebut, Rebecca tak berhenti mengunjungi Rhys meski Peter tidak pernah menanya langsung. Pada Desember tahun itu, Rebecca kembali mengaku bahwa ia hamil lagi. Tak kuasa dengan kenyataan yang diterimanya, Peter pada Februari mengajukan gugatan cerai.

Deteksi Dini Penyakit Bahaya Tanpa Radiasi dengan MRI


Deteksi Dini Penyakit Bahaya Tanpa Radiasi dengan MRI

Deteksi tubuh sendiri sedini mungkin merupakan langkah yang tepat untuk meminimimalisir risiko penyakit berbahaya yang tak diinginkan, mulai dari tumor, kanker, hingga kelainan janin. Saat ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan dini menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Puri Indah (RSPI) dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp. Rad (K) menjelaskan bahwa MRI merupakan teknik diagnostik medis yang mampu menghasilkan gambaran untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan yang ada di dalam tubuh, dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio frekuensi.
"MRI dapat menghasilkan gambaran-gambaran dengan potongan sangat tipis dari bagian tubuh manapun dalam waktu singkat. Selain itu, MRI tidak menggunakan sinar X, sehingga tidak menyebabkan radiasi," kata dr. Rahmi dalam acara `Deteksi Dini Lebih Akurat Dengan MRI 3 Tesla Skyra` di Ruang Casablanca Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2014)
Tak hanya itu, terdapat kegunaan lain dari MRI yang tentunya sangat berguna bagi pasien untuk mengetahui penyakit apa saja yang ada di dalam tubuh tiap pasien itu.
Berikut beberapa kegunaan MRI, seperti diutarakan dr. Rahmi Alfiah Nur Alam:
  1. Memberikan gambaran yang lebih jelas untuk jaringan lunak dibanding dengan teknik diagnostik lainnya.
  2. Mampu menilai fungsi organ tertentu secara dinamik (Functional MRI), untuk menilai distribusi darah baik di otak maupun di jantung (Perfussion Imaging), serta melihat metabolisme yang ada dalam sebuah tumor.
  3. Mampu menganalisa tumor jinak dan tumor ganas payudara, serta prostat dengan metode Multhipase.
  4. Memberikan gambaran tentang pembuluh darah melalui pemeriksaan Magentik Resonance Angiography (MRA), yang sangat informatif pada kasus stroke dan aneurisma.
  5. Membantu dokter untuk mengevaluasi fungsi dan struktur dari berbagai macam organ.

mengganti masker tiap 4 jam sekali


mengganti masker tiap 4 jam sekali
Saking bahayanya debu vulkanik yang bisa masuk ke saluran napas bawah dan paru-paru hingga menyebabkan kerusakan paru-paru, radang paru dan gagal napas, warga yang terkena dampak abu vulkanik disarankan mengganti masker tiap 4 jam sekali.
Seperti disampaikan oleh pulmonologist, dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD,KP bahwa masker yang kebanyakan digunakan oleh masyarakat itu masker operasi (surgery mask) yang sifatnya mudah basah karena napas kita.
"Masker itu seperti kapas yang dilapis dua. Sementara napas kita yang mengandung H2O, akan cepat membuat pori-pori masker terbuka. Bila pori-pori masker terbuka, maka debu akan mudah masuk. Untuk itu estimasi waktunya 4 jam," jelas Ceva saat ditemui dalam temu media bahas penanggulangan bencana di kantor pusat PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Jakarta, Selasa (18/2/2014).
Ceva menerangkan, memang sebaiknya menggunakan masker jenis N95 yang lebih efektif mencegah masuknya debu vulkanik ke paru-paru. Namun selain susah didapat, harganya juga cukup mahal dibanding masker biasa.
"Masker N95 itu efektif, bahannya styrofoam dan bisa mencegah debu masuk. Sayangnya, harganya 10 kali lipat dan masyarakat sering tidak nyaman karena rapatnya masker hingga membuat pengap. Tapi dibanding surgery mask, masker N95 ini paling efektif dan bisa tahan 2 hari dalam mencegah abu masuk ke paru-paru," jelasnya.
Selain itu, Ceva menjelaskan, partikel debu vulkanik bukan hanya membahayakan saluran pernapasan. Tapi juga dapat mengiritasi mata, kulit serta saluran pencernaan.
height= height=
height= height= height= height=

Popular Posts

height= height= height= height=
height= height= height= height=