Showing posts with label kesehatanhidung. Show all posts
Showing posts with label kesehatanhidung. Show all posts

Sinusitis, Jangka Panjang Bisa Membahayakan Otak


Kualitas lingkungan yang buruk dan paparan udara yang tidak sehat serta daya tahan tubuh kurang bugar membuat siapa saja bisa terkena penyakit sinusitis. Gangguan pada saluran pernapasanakibat virus atau bakteri ini dalam jangka panjang bisa mengganggu kerja organ mata dan otak.”Rongga sinus dekat dengan organ vital, seperti mata dan otak. Komplikasi bisa menjadi infeksi mata dan otak,” ucap Mirta H Reksodiputro, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan pada Klinik Terpadu Asma, Sinusitis, dan Alergi (ASA) RS Asri Jakarta, Penyakit sinusitis ditandai dengan keluhan adanya riak terus-menerus di tenggorokan, hidung tersumbat sangat sering, dan sakit kepala. Biasanya, warna ingus putih kental dan jika sudah lama berwarna kuning hingga hijau yang menandakan telah tumbuh bakteri/virus.
Alergi atau infeksi bisa menjadi penyebab munculnya sinusitis karena memicu inflamasi atau peradangan dari amandel di belakang hidung. Akibatnya, sekret atau keluaran cairan dari dalam tubuh tidak bisa keluar melalui hidung dan dialirkan melalui saluran nasofarink. Ini menyebabkan tenggorokan selalu terasa ada riak/cairan.
Dari udara
Kemunculan virus pada cairan ini didapatkan dari udara. ”Kalau bakteri bisa dari udara dan infeksi lain, seperti gigi bolong atau karies, bisa menyebabkan sinusitis karena kuman bisa naik ke rongga sinus,” kata Mirta seusai peluncuran Klinik Terpadu ASA RS Asri.
Cairan ini menjadi tempat favorit bagi virus atau bakteri. Karena itu, untuk mengatasinya diberikan pengobatan gangguan inflamasi ini. Jika hal tersebut tidak berhasil, bisa dilakukan operasi.
Bagi sinusitis yang disebabkan dampak dari alergi, pemicu alergi harus ditemukan dan diselesaikan. Ini bisa dilakukan dengan menjalani tes alergi.
Selain itu, perilaku hidup sehat, seperti olahraga, juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, seperti kamar tidur yang harus tersinari matahari dan penggantian seprai sepekan sekali, menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kesehatan.
Sementara itu, pembicara lain, Hadiarto Mangunnegoro, pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas


Membedakan Sinusitis dan Pilek


Pilek termasuk gejala penyakit yang umum diderita di masa pancaroba seperti sekarang. Namun, jika hidung Anda menghasilkan banyak lendir
dan gejalanya tidak hilang dalam seminggu, besar kemungkinannya itu infeksi sinus.Sinusitis terjadi jika salah satu atau beberapa lapisan sinus terinfeksi. Infeksi dapat disebabkan virus, bakteri, maupun jamur. Dua pertiga sinusitis yang terjadi biasanya berlangsung singkat, tetapi ada juga yang menjadi kronis atau berulang kali. Berikut adalah tanda-tanda keluarnya lendir dari hidung bukan sekadar pilek.1. Rasa nyeri dan tertekan di wajah
Sinus adalah rongga-rongga dalam tulang yang berada di sekitar hidung. Bila rongga kecil ini tersumbat, akan terjadi akumulasi lendir sehingga akan timbul rasa sakit dan berat pada bagian wajah.
Sumbatan pada sinus dan inflamasi juga bisa menyebabkan otot-otot di sekitar pelipis dan dahi menguat sehingga timbul rasa nyeri kepala.
2. Keluar ingus kental
Keluarnya ingus kental berwarna kuning atau kehijauan adalah tanda utama infeksi sinus. Lendir berwarna ini disebabkan karena sel darah putih sebagai tanda sistem imun tubuh sedang melawan infeksi.
3. Hidung bengkak
Bakteri yang berkembang biak dalam rongga sinus akan menyebabkan pembengkakan. Meski hidung bengkak biasa dialami orang yang menderita salesma atau flu, pada sinusistis biasanya bengkaknya berlangsung lebih lama.
4. Bau mulut
Bau mulut yang tidak sedap pada gejala sinusitis timbul akibat lendir yang terkumpul di rongga sinus dan hidung serta tenggorokan. Organisme penyebab infeksi sinus akan memproduksi buangan yang menyebabkan napas berbau.
5. Batuk berdahak
Batuk berdahak biasanya diikuti dengan infeksi sinus. Yang membedakannya dengan bronkitis adalah gejala batuk ini lebih buruk di malam hari dan pagi hari. Hal ini terjadi karena pada waktu tersebut sinus mengalirkan cairan ke tenggorokan sehingga merangsang reseptor batuk.


Kondisi Hidung Juga Pengaruhi Kesehatan


Jika berpikir hidung hanyalah organ untuk bernapas dan mencium, Anda mungkin salah. Organ yang satu inisebenarnya bisa mengungkap kondisi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhanBerikut beberapa karakteristik dari hidung yang menunjukkan hal-hal spesifik soal kesehatan tubuh. 1. Bagian dalam hidung
Saat memeriksa kesehatan rutin, dokter biasa memeriksa bagian dalam hidung Anda. Tujuannya adalah untuk melihat warna membran dalam hidung yang seharusnya berwarna merah muda. Jika warna membran tersebut biru, pucat, atau terlihat membengkak, maka kemungkinan seseorang mengalami alergi rinitis yang merupakan alergi hidung penyebab peradangan. Hidung yang berwarna merah juga dapat mengindikasikan infeksi.
2. Bakteri dalam hidung
Sebuah studi dalam American Journal of Human Biology menemukan, koloni bakteri dalam hidung berhubungan dengan tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), dan tingkat kemenarikan seseorang. Peneliti mengungkap, semakin berat seseorang maka pada hidungnya ditemukan bakteri yang berpotensi sebabkan penyakit dibandingkan dengan orang yang lebih kurus. Dengan kata lain, bakteri di dalam hidung mungkin bisa menjadi indikator dari IMT.
3. Bentuk hidung
Studi lain menemukan, bentuk hidung bisa menjadi indikator dari kebugaran dan kemampuan mencari pasangan. Maka bentuk hidung juga menjadi salah satu faktor dari seleksi alam dalam evolusi. Menurut peneliti, hasil ini tidak mengejutkan karena seseorang dengan hidung yang lebih menarik umumnya memiliki wajah yang enak dipandang sehingga lebih mudah menarik pasangan.
4. Hidung menentukan risiko skizofrenia
Skizofrenia umumnya didiagnosis melalui tes psikologis atau otopsi, namun peneliti menemukan, gangguan mental tersebut juga bisa ditentukan oleh hidung. Pengambilan sampel sel saraf dari dalam hidung terbukti efektif dalam mengidentifikasi ekspresi gen yang berhubungan dengan skizofrenia.

Jangan Tertukar, Migren dan Sinusitis



Temuan para pakar kesehatan menyebutkan, satu macam gejala bisa diterjemahkan menjadi dua indikasi penyakit sekaligus. Salah satunya adalah migren yang sering diduga sebagai gangguan sinusitis.
height= height=
height= height= height= height=

Popular Posts

height= height= height= height=
height= height= height= height=